Tugas Rangkuman ICT Pertemuan Tanggal 31 Maret 2008

19 04 2008

Nama : Ahmad Dani Zaelani

Kelas : I A

Program : B. Inggris

Rangkuman tentang konfigurasi TCP/IP dan Sharing

TCP/IP adalah sekelompok protocol yang mengatur komunikasi data di internet

Pengaturan TCP/IP terdiri dari:

• Setting IP computer ada 2 Model :
1. DHCP (Dynamic Host Control Protocol)
Memiliki satu kekurangan:
- Tidak bisa mengetahui alamat IP dari setiap computer

*Cara mengkonfigurasi DHCP :
A. Klik Start lalu klik kanan My Network Places kemudian klik properties lalu akan tampil kotak dialog Network Connection
B. Klik kanan Pada ikon Lokal Area Connection (LAN) kemudian klik properties
C. Klik Internet Protocol (TCP/IP) pada menu General lalu klik properties
D. Klik Obtain IP address automatically maka secara otomatis akan mengaktifkan DHCP

• Static IP (Static name Protocol)
Memiliki beberapa kekurangan :
1. Apabila menggunakan Static listrik akan tidak stabil
2. Jaringan akan sering bermasalah, dan
3. Akan sering salah memberikan kode

*Cara mengkonfigurasi Static :
A. Klik Start lalu klik kanan My Network Places kemudian klik properties lalu akan tampil kotak dialog Network Connection
B. Klik kanan Pada icon Lokal Area Connection (LAN) kemudian klik properties
C. Klik Internet Protocol (TCP/IP) pada menu General lalu klik kotak properties
D. Pada kotak Internet Protocol TCP/IP klik Use the following IP address kemudian ketik 192.168.1.5 (nomer pc anda) untuk IP address, lalu klik Subnet mask maka secara otomatis terisi 255.255.255.0
E. Ketik 192.168.1.1 untuk Default gateway (untuk koneksi ke Modem)

F. Selanjutnya Use the following DNS server address ketik 202.134.1.10 untuk Preferred DNS server dan ketik 202.134.2.5 untuk Alternate DNS server (untuk koneksi ke Provider server).

G. Untuk point E dan F hanya untuk koneksi ke internet saja.

• Berbagi Data (Sharing resources)

*Cara membagi data yang akan dibagi :

A. Klik kanan di menu Start lalu pilih Explore

B. Pilih Drive atau Folder yang akan di share/bagi

C. Klik kanan di Drive/folder yang akan di bagi

D. Pilih Share and Security

E. Check list Share this folder on the network, untuk penamaan bebas

F. Untuk Allow network users to change my files jika di check list maka folder yang anda share dapat di timpa/di tambahkan file/data dari user lain

G. Lalu klik Apply/ok.
*Cara mengakses Folder share dari client :
1. Klik start kemudian klik My Network Places
2. Klik view workgroup computer, kemudian

3. Klik nama computer atau nama file share

4. Klik ok.





History of Dream Theater

16 03 2008

Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit “Pull Me Under” dan “Another Day”. Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica.

Album terbaru mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic”. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang. Read the rest of this entry »





History of Nirvana

16 03 2008

Nirvana was a popular American grunge rock band founded in 1987 in Aberdeen, Washington. With the lead single “Smells Like Teen Spirit” from the band’s 1991 album Nevermind, Nirvana exploded into the mainstream, bringing along with it an offshoot of punk and alternative rock that the mainstream media of the time referred to as grunge. Other Seattle grunge bands such as Alice in Chains, Pearl Jam, and Soundgarden also gained in popularity, and, as a result, alternative rock became a dominant genre on radio and music television during the early-to-middle 90s.

 

As Nirvana’s frontman, Kurt Cobain found himself referred to in the media as the “spokesman of a generation”, with Nirvana the “flagship band” of “Generation X”. Cobain declined the position, and placed his focus on the band’s music, challenging the band’s audience with their third album In Utero. While Nirvana’s mainstream popularity waned in the months following its release, their core audience cherished the band’s dark interior, particularly after the band’s 1993 performance on MTV Unplugged.

 

Nirvana’s brief run ended with the death of Cobain in 1994, but the band’s popularity expanded in the years that followed. Eight years after Cobain’s death, an unfinished demo that the band recorded two months prior to Cobain’s death topped radio playlists around the world. Since their debut, the band has sold more than fifty million albums worldwide (see also Best selling music artists), including more than ten million copies of Nevermind in the US alone. Nirvana remains a consistent presence on radio stations worldwide. Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.